Tradisi Robo Robo

Tradisi Robo-Robo merupakan perayaan tahunan masyarakat Melayu di Kalimantan Barat yang memiliki akar sejarah panjang, berkaitan erat dengan Kabupaten Ketapang. Tradisi ini bermula dari peristiwa kedatangan Opu Daeng Manambon, seorang bangsawan dari Kerajaan Matan yang kini berada di wilayah Ketapang, menuju Kerajaan Mempawah pada tahun 1737 Masehi. Ia dikenal sebagai pemimpin bijaksana yang berperan besar dalam penyebaran ajaran Islam serta pendirian Kesultanan Mempawah, sehingga momen kedatangannya terus diperingati hingga sekarang.

Robo-Robo dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir pada bulan Safar menurut penanggalan Hijriah. Pelaksanaannya diisi dengan doa bersama serta ritual tolak bala sebagai permohonan keselamatan dari segala bencana, dilanjutkan dengan makan bersama di tepi sungai maupun halaman rumah. Di Ketapang, tradisi ini memiliki ciri khas tersendiri karena identik dengan sajian ketupat colet, yaitu ketupat yang dinikmati dengan cara dicolek ke dalam sambal atau rendang, berbeda dari cara makan ketupat pada umumnya.

Seiring berjalannya waktu, Robo-Robo tidak lagi hanya menjadi ritual keagamaan dan adat semata, tetapi telah berkembang menjadi ikon budaya dan daya tarik wisata Kalimantan Barat. Nilai kebersamaan, spiritualitas, dan penghormatan terhadap sejarah leluhur menjadi inti dari pelestarian tradisi ini. Bagi murid SMK di Ketapang, mengenal Robo-Robo berarti turut memahami keterkaitan sejarah Kerajaan Matan dengan jalinan budaya Melayu yang lebih luas di Kalimantan Barat.