Betangas merupakan tradisi perawatan tubuh yang telah lama dipraktikkan oleh masyarakat Melayu, termasuk di Ketapang, dengan memanfaatkan uap rempah-rempah tradisional. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah sereh wangi, tanaman yang dikenal memiliki sifat antiseptik, memberikan efek relaksasi, sekaligus dipercaya mampu meningkatkan kebugaran tubuh. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu dalam menjaga kesehatan secara alami dan turun-temurun.
Betangas umumnya dilakukan menjelang pelaksanaan acara adat penting, maupun sebagai bagian dari perawatan tubuh pasca melahirkan bagi kaum perempuan. Proses ini dilakukan dengan cara duduk atau berdiri di atas uap panas yang dihasilkan dari rebusan rempah-rempah, sehingga tubuh memperoleh manfaat relaksasi sekaligus penyegaran. Praktik ini mencerminkan pengetahuan etnobotani masyarakat Melayu dalam memanfaatkan tanaman di sekitar mereka untuk kepentingan kesehatan dan kecantikan secara tradisional.
Selain manfaat fisik, Betangas juga mengandung nilai sosial dan spiritual yang memperkuat ikatan antaranggota keluarga maupun komunitas, karena prosesnya kerap dilakukan bersama-sama menjelang momen penting. Sejumlah penelitian akademik terus mengkaji tradisi ini, baik dari sisi pemanfaatan tanaman maupun persepsi masyarakat terhadap khasiatnya, sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut. Pengenalan Betangas kepada generasi muda dapat menumbuhkan apresiasi terhadap pengobatan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Melayu Ketapang