Taman Makam Pahlawan rahadi oesman

Makam Rahadi Oesman terletak di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Rahadi Oesman lahir pada 1 Agustus 1920 dan sejak muda telah menunjukkan jiwa nasionalisme tinggi, aktif dalam organisasi pergerakan pemuda seperti Jong Sumatranen Bond saat menempuh pendidikan di Yogyakarta, serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan politik menentang penjajahan Belanda.

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Rahadi Oesman memilih meninggalkan bangku kuliahnya di Jakarta untuk kembali ke tanah kelahirannya, Ketapang, guna ikut mengangkat senjata melawan penjajah. Pada 30 November 1945, ia memimpin rombongan pejuang yang tiba di Kampung Sungai Besar untuk mempersiapkan penyerangan terhadap markas Belanda di Kota Ketapang. Namun rencana tersebut lebih dahulu diketahui pihak Belanda, yang kemudian menyerang markas rombongan Rahadi Oesman. Ia gugur dalam pertempuran pada 7 Desember 1945 di usia 25 tahun.

Sesuai wasiatnya semasa hidup—bahwa jika gugur ia ingin dimakamkan di tempat tetesan darah terakhirnya—jenazah Rahadi Oesman awalnya dimakamkan di Sungai Besar, sebelum kemudian sebagian sumber menyebutkan pemindahan ke Taman Makam Pahlawan Tanjungpura melalui upacara militer. Atas jasa dan pengorbanannya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI No. 106/TK/1967 tanggal 6 November 1967, dan namanya diabadikan sebagai nama jalan serta asrama mahasiswa Kalimantan Barat di berbagai kota.

Situs makam ini menjadi destinasi ziarah sejarah yang ramai dikunjungi baik oleh masyarakat Ketapang maupun luar daerah, khususnya pada momen-momen peringatan hari kepahlawanan. Kisah perjuangan dan pengorbanan Rahadi Oesman menjadi teladan penting tentang semangat cinta tanah air bagi generasi muda, khususnya murid SMK di Ketapang yang mempelajari sejarah perjuangan kemerdekaan di daerah mereka sendiri