Makam Pahlawan Panglima Tentemak

Makam Panglima Tentemak terletak di Dusun Lelabi (Lubuk Lelabik), Desa Pengatapan Raya, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, berada di kawasan kebun karet warga yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 500 meter dari jalan provinsi. Tumbang Titi dikenal sebagai “tanah para pahlawan” karena banyak melahirkan tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda, dan Panglima Tentemak adalah salah satu nama yang paling melekat dalam ingatan masyarakat Ketapang.

Tentemak merupakan salah satu panglima pasukan di bawah pimpinan Uti Usman yang ditugaskan menghadang pasukan Belanda di Sungai Limat. Karena kecakapan dan keterampilan pasukan Uti Usman dianggap mengancam, Belanda mengerahkan Kapten Frederick Alexander Brands, seorang perwira senior bertanda jasa tinggi, untuk menumpasnya. Dalam pertempuran yang terjadi, Panglima Tentemak gugur sebagai kusuma bangsa tepat pada tanggal 22 Mei 1914.

Menurut cerita rakyat setempat, jenazah Panglima Tentemak ditemukan berjejer dengan jenazah Kapten Brand, dengan senjata mandau masih tergenggam di tangannya. Untuk menghindari kejaran Belanda yang masih menyimpan dendam, makamnya sengaja disembunyikan hingga situasi dianggap aman, barulah kemudian ditunjukkan kepada masyarakat luas. Kisah kepahlawanannya begitu melekat sehingga namanya diabadikan sebagai nama Stadion Tentemak di Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan—salah satu stadion terbesar di Kalimantan Barat.

Makam ini kini menjadi bagian rutin dari rangkaian ziarah Napak Tilas Kabupaten Ketapang yang diikuti pejabat daerah dan provinsi, sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan sekaligus sumber inspirasi semangat juang bagi generasi muda Ketapang, termasuk murid-murid SMK yang mempelajari nilai-nilai kepahlawanan lokal.