Makam Keramat Tujuh

Makam Keramat Tujuh, atau Kompleks Makam Keramat Tujuh, adalah situs pemakaman Islam bersejarah yang terletak di Jalan Pangeran Kusuma Jaya, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang—hanya sekitar lima menit perjalanan dari Keraton Matan. Situs ini telah terdaftar sebagai Situs Cagar Budaya dan menempati lahan seluas kurang lebih 3.493,5 m², terdiri dari dua bangunan bercungkup: bangunan utama dengan lima makam dan bangunan kedua dengan dua makam.

Kompleks ini awalnya menjadi tempat pemakaman tokoh-tokoh agama yang menyebarkan Islam di Kalimantan Barat pada abad ke-14, sebelum kemudian juga digunakan sebagai makam kerabat penguasa Kesultanan Matan. Salah satu nisan di kompleks ini bertuliskan kaligrafi Arab “kullu nafsin dzaiqatul maut” disertai inskripsi aksara Jawa Kuno berangka tahun 1363 Saka atau 1441 Masehi—menjadikannya bukti tertulis tertua tentang masuknya Islam ke wilayah Ketapang. Corak akulturasi budaya Islam dan Hindu tampak jelas pada gabungan kaligrafi Arab dan aksara Jawa pada batu nisannya.

Kemiripan nama dan pola makam ini dengan kompleks Makam Troloyo di Jawa Timur (yang memiliki makam bernama “Pitu” atau tujuh dan “Songo” atau sembilan) memperkuat dugaan adanya keterkaitan sejarah antara penyebaran Islam di Ketapang dengan jejak masa akhir Kerajaan Majapahit. Bahan nisan berupa batu andesit yang tidak tersedia secara alami di Ketapang turut mendukung hipotesis ini.

Sebagai destinasi wisata religi, Makam Keramat Tujuh ramai dikunjungi peziarah lokal maupun mancanegara—termasuk dari Jerman, Amerika, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam—terutama pada momen Hari Raya Islam. Meski identitas pasti tokoh yang dimakamkan di sini belum terungkap sepenuhnya, situs ini tetap menjadi bukti penting sejarah masuknya Islam di Kalimantan Barat sekaligus objek wisata sejarah yang terus menarik minat peneliti dan wisatawan