Makam keramat Sembilan

Makam Keramat Sembilan adalah situs cagar budaya yang terletak di Jalan Pangeran Kesumajaya, Dusun Pagarruyung, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Situs ini menjadi bukti penting peradaban Kerajaan Tanjungpura—kerajaan tertua di Kalimantan Barat yang bahkan disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama dan Sumpah Palapa Patih Gajah Mada sebagai salah satu wilayah taklukan Majapahit di Kalimantan.

Kompleks makam ini berada di areal pemakaman Muslim seluas sekitar 2.509 m², terdiri dari dua bangunan utama: bangunan bercungkup pertama berfungsi sebagai lokasi pemakaman dengan sembilan makam di dalamnya, dan bangunan kedua berfungsi sebagai tempat peristirahatan pengunjung. Nisan-nisan pada makam berbentuk pipih dan terbuat dari batu andesit, jenis batu yang lazim digunakan pada makam-makam kuno dan diperkirakan berasal dari luar Kalimantan (kemungkinan Jawa), mengingat batuan jenis ini sulit ditemukan secara alami di Ketapang.

Menurut sejarah dan cerita lisan masyarakat, makam ini diyakini sebagai makam para penyebar Islam pada masa Kesultanan Matan, sekaligus terkait erat dengan proses Islamisasi penguasa lokal pada era pengaruh Majapahit. Situs ini memiliki nilai penting dalam kajian “Living Qur’an” karena inskripsi ayat-ayat suci yang terpahat pada nisan-nisannya, menjadikannya objek kajian arkeologi sekaligus keagamaan yang unik.

Hingga kini, Makam Keramat Sembilan menjadi tujuan ziarah rutin masyarakat Ketapang dan sekitarnya, terutama saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Ketapang. Ziarah tahunan yang diikuti oleh unsur pemerintah daerah, tokoh multietnis, hingga organisasi pemuda ini mencerminkan kuatnya sense of belonging masyarakat terhadap warisan sejarah dan budaya leluhur mereka