Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Letaknya di tepi Sungai Pawan, tepatnya di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Ketapang. Bangunan keraton ini, pertama kali dibangun oleh Haji Muhammad Sabran (bertahta 1847-1908). Setelah itu, keraton terus mengalami renovasi. Panembahan Gusti Muhammad Saunan (bertahta 1922-1944) adalah raja yang merombak istana tersebut secara besar-besaran. Oleh karena itu, keraton ini dahulu pernah dikenal sebagai Keraton Gusti Muhammad Saunan, nama raja terakhir sebelum Indonesia merdeka
Bangunan berarsitektur panggung terdiri dari bagian kaki, badan dan atap. Mempunyai luas bangunan 714 m2. serta terbuat dari kayu ulin, saat ini dipergunakan sebagai museum yang menampilkan berbagai memorabilia koleksi istana, seperti singgasana sultan dan permaisurinya, foto sultan dan keluarganya, kain tenun khas kerajaan, aneka batik kuno, serta benda-benda dan peralatan-peralatan peninggalan Kesultanan Tanjungpura lainnya, tersimpan didalamnya.