Kelenteng Tua Pek Kong adalah rumah ibadah umat Tridharma (Konghucu-Buddha-Tao) yang terletak di jantung Kota Ketapang, tepatnya di kawasan pecinan yang juga berfungsi sebagai area perdagangan/pasar. Kelenteng ini menjadi salah satu penanda sejarah panjang migrasi dan perkembangan komunitas Tionghoa di Ketapang, yang telah berbaur dengan masyarakat lokal selama beberapa generasi.
Sebagai tempat ibadah, Kelenteng Tua Pek Kong memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, tidak hanya sebagai pusat keagamaan tetapi juga sebagai representasi keberagaman etnis di Ketapang. Keberadaannya berdampingan dengan situs-situs Islam seperti Masjid Agung Al-Ikhlas menjadikan kawasan ini simbol nyata kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin sejak lama di tanah Kayong.
Arsitektur kelenteng ini mengikuti gaya khas bangunan ibadah Tionghoa tradisional dengan ornamen warna merah dan emas yang mencolok, atap bertingkat dengan hiasan naga, serta dupa dan lampion sebagai elemen ritual yang khas. Kelenteng ini aktif digunakan untuk berbagai perayaan keagamaan Tionghoa, termasuk Imlek dan Cap Go Meh, yang turut menyemarakkan kalender budaya Kabupaten Ketapang.