Kuliner Tradisional khas Ketapang

Kekayaan budaya Ketapang turut tercermin dari ragam kuliner tradisional yang menjadi identitas kuliner khas daerah ini. Berbagai hidangan khas Ketapang tidak hanya dinikmati dalam keseharian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan adat dan tradisi, seperti ketupat colet yang identik dengan perayaan Robo-Robo. Kuliner-kuliner ini menjadi salah satu daya tarik yang memperkenalkan Ketapang kepada wisatawan dari luar daerah.

Salah satu kuliner yang paling dikenal adalah amplang, makanan ringan berbahan dasar ikan tenggiri atau ikan belida yang kerap dijadikan oleh-oleh khas para pelancong. Selain itu, terdapat pula mie sagu yang biasa disajikan sebagai sarapan atau makanan pendamping, dengan tekstur kenyal khas karena terbuat dari olahan sagu. Ada pula ale-ale, sejenis kerang yang bahkan dijadikan simbol atau maskot Kota Ketapang, dan dapat diolah menjadi berbagai variasi masakan seperti tumis maupun sambal.

Ragam kuliner tradisional ini menjadi cerminan kekayaan sumber daya alam sekaligus kreativitas masyarakat Ketapang dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang khas dan bernilai jual. Pelestarian kuliner tradisional juga sejalan dengan upaya pengembangan potensi wisata dan ekonomi daerah. Bagi murid, pengenalan kuliner khas Ketapang dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal sekaligus membuka wawasan tentang potensi kewirausahaan berbasis kuliner tradisional