Asal-Usul dan Masa Pemerintahan Gusti Muhammad Saunan
Gusti Muhammad Saunan, yang juga dikenal dengan gelar Panembahan Mas, merupakan penguasa Kerajaan Matan yang memerintah pada periode 1924 hingga 1943. Ia merupakan putra dari Gusti Muhammad Busra dan naik takhta sebagai bagian dari garis keturunan panjang Kesultanan Matan. Garis kekuasaan tersebut telah berlangsung sejak masa Sultan Muhammad Zainuddin pada abad ke-17.

Keraton Matan sebagai Pusat Pemerintahan
Masa pemerintahan Gusti Muhammad Saunan berpusat di Keraton Matan yang berlokasi di Jalan Pangeran Kesumajaya, Desa Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong. Bangunan keraton ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1924, bertepatan dengan awal masa kekuasaannya. Keraton menjadi kediaman resmi sekaligus pusat pemerintahan Kerajaan Simpang-Matan. Istana tersebut merupakan hasil pengembangan dari Istana Muliakerta yang sebelumnya dibangun oleh Panembahan Gusti Muhammad Sabran.

Kepemimpinan di Tengah Akhir Kekuasaan Kolonial Belanda
Periode kepemimpinan Gusti Muhammad Saunan berlangsung pada masa yang penuh tantangan. Saat itu, pemerintahan kolonial Hindia Belanda mulai memasuki fase akhir kekuasaannya di Kalimantan Barat. Sebagai penguasa lokal, ia harus menghadapi tekanan politik dari pemerintah kolonial. Ia juga berupaya menjaga keberlangsungan kerajaan tradisional di tengah perubahan politik yang semakin besar.

Kerajaan Matan pada Masa Pendudukan Jepang
Pada masa peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang pada tahun 1942, Kerajaan Matan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai institusi tradisional. Namun, kekuasaan politik kerajaan semakin dibatasi oleh pemerintah pendudukan Jepang. Struktur kerajaan kecil di wilayah Ketapang tetap dipertahankan sebagai bagian dari strategi pengelolaan wilayah. Masa ini menjadi salah satu periode penting dalam perjalanan Kerajaan Matan.

Berakhirnya Kepemimpinan dan Transisi Pemerintahan
Setelah masa kepemimpinan Gusti Muhammad Saunan berakhir pada tahun 1943, kekuasaan Kerajaan Matan kemudian dilanjutkan oleh Majelis Pemerintah Kerajaan. Majelis tersebut beranggotakan beberapa bangsawan istana. Perubahan ini menandai transisi menuju bentuk pemerintahan yang lebih kolektif. Periode tersebut berlangsung menjelang berakhirnya era kerajaan tradisional di Ketapang dan datangnya kemerdekaan Indonesia.

Pentingnya Mengenal Kepemimpinan Gusti Muhammad Saunan
Kisah kepemimpinan Gusti Muhammad Saunan penting diperkenalkan kepada generasi muda melalui pembelajaran sejarah lokal. Masa kepemimpinannya merepresentasikan periode transisi penting dalam sejarah Ketapang. Peralihan dari kekuasaan kolonial Belanda menuju pendudukan Jepang membawa perubahan besar terhadap kehidupan politik kerajaan. Kisah tersebut juga menunjukkan upaya institusi kerajaan tradisional dalam mempertahankan eksistensi dan identitas budaya di tengah perubahan zaman