KETAPANG PUSAKA MENJELAJAH JEJAK SEJARAH BUMI ALE-ALE
SEJARAH LOKAL KETAPANG

SEJARAH KERAJAAN
TANJUNGPURA DAN BERDIRINYA KOTA KETAPANG

Materi Sejarah Lokal
± 12 Menit Membaca
TENTANG ARTIKEL

Artikel ini mengajak kita menelusuri perjalanan panjang Kerajaan Tanjungpura, perpindahan pusat pemerintahannya, perkembangan Islam, masa kolonial, warisan sejarah, hingga asal-usul dan perjalanan berdirinya Kota Ketapang.

Asal-Usul dan Berdirinya Kerajaan

Kerajaan Tanjungpura, yang juga disebut Tanjungpura atau Tanjompura, diyakini sebagai salah satu kerajaan tertua di Kalimantan Barat. Beberapa sumber menyebutkan keberadaannya telah ada sejak abad ke-8, meskipun catatan sejarah yang menjelaskan secara pasti awal berdirinya kerajaan ini hingga kini belum ditemukan.

Nama Tanjungpura diperkirakan berasal dari kata Sanskerta yang merujuk pada tumbuhan tanjung. Wilayah kekuasaannya disebut membentang luas dari Tanjung Dato hingga Tanjung Sambar dan mencakup kawasan pesisir barat daya Pulau Kalimantan.

Dalam tradisi lisan masyarakat Tanah Kayong, legenda Prabu Jaya menjadi salah satu kisah yang diwariskan mengenai asal-usul awal kerajaan.

Menurut kisah tutur tersebut, Prabu Jaya merupakan putra bungsu keturunan Raja Majapahit yang terdampar di wilayah Ketapang setelah dibuang oleh saudara-saudaranya. Dalam tradisi masyarakat, tokoh ini kemudian dikaitkan dengan awal perjalanan kerajaan di wilayah tersebut.

Tanjungpura dalam Jaringan Kerajaan Nusantara

Tanjungpura memiliki keterkaitan dengan jaringan kerajaan di Nusantara pada masa lalu. Hubungan tersebut meliputi jaringan politik, perdagangan, dan hubungan antarkerajaan.

Dalam sumber tekstual Jawa, khususnya Kitab Negarakertagama, Tanjungpura disebut dengan nama Bakulapura. Dalam perkembangan berikutnya, Tanjungpura memiliki kedudukan penting dalam hubungan politik Nusantara.

Bakulapura Nama Tanjungpura yang disebut dalam sumber tekstual Jawa.
Hubungan Nusantara Tanjungpura memiliki hubungan dengan jaringan politik kerajaan-kerajaan di Nusantara.
Poros Sejarah Perjalanan Tanjungpura berkaitan dengan perkembangan sejumlah kerajaan di Kalimantan Barat.

Perpindahan Ibu Kota Kerajaan

Salah satu ciri penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Tanjungpura adalah perpindahan pusat pemerintahannya. Perpindahan tersebut menjadi bagian dari dinamika politik, sosial, keagamaan, perdagangan, dan strategi pemerintahan kerajaan.

PUSAT AWAL

Negeri Baru

Disebut sebagai salah satu pusat pemerintahan awal di wilayah Kabupaten Ketapang.

PERALIHAN ISLAM

Sukadana

Menjadi salah satu pusat penting setelah berkembangnya pengaruh Islam dalam kerajaan.

PERKEMBANGAN MATAN

Sungai Matan

Dari perkembangan pusat pemerintahan ini, nama Kerajaan Matan semakin dikenal dalam perjalanan sejarah wilayah Ketapang.

TAHUN 1637

Indra Laya

Pusat kerajaan kemudian berpindah ke kawasan tepian Sungai Puye, anak Sungai Pawan.

PERPINDAHAN BERIKUTNYA

Kartapura dan Desa Tanjungpura

Menjadi bagian dari perjalanan perpindahan pusat pemerintahan kerajaan.

KERATON TERAKHIR

Muliakerta

Menjadi lokasi penting dalam perkembangan akhir pusat pemerintahan kerajaan.

Perjalanan panjang perpindahan pusat pemerintahan menyebabkan kerajaan dalam berbagai periode juga dikenal dengan sebutan Tanjungpura, Sukadana, dan Matan.

Masa Kejayaan dan Peralihan ke Islam

Pada masa awal, kerajaan memiliki pengaruh budaya Hindu. Seiring perkembangan sejarah, pengaruh Islam semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam struktur kehidupan kerajaan.

Peralihan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Tanjungpura dan Matan. Perkembangan Islam juga berkaitan dengan hubungan perdagangan dan interaksi dengan wilayah lain di Nusantara.

Pada masa berikutnya, kawasan Sukadana berkembang sebagai salah satu bandar niaga penting. Aktivitas perdagangan turut membawa perubahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat.

Perdagangan dan hubungan antardaerah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perkembangan kawasan Tanjungpura dan Matan dalam jaringan Nusantara.

Masa Kolonial dan Berakhirnya Kekuasaan Swapraja

Memasuki abad ke-19, pemerintahan kerajaan semakin berada dalam pengaruh pemerintah Hindia Belanda melalui sistem pemerintahan swapraja atau zelfbestuur.

Dalam perjalanan sejarah berikutnya, pusat pemerintahan kerajaan berada di Muliakerta, Ketapang. Masa ini menjadi bagian penting dalam perubahan struktur pemerintahan tradisional menuju sistem pemerintahan modern.

Setelah Indonesia merdeka, sistem pemerintahan daerah mengalami perubahan. Sistem swapraja kemudian berakhir seiring terbentuknya sistem pemerintahan daerah di Indonesia.

BERAKHIRNYA ERA SWAPRAJA 1959–1960 Masa peralihan dari sistem pemerintahan swapraja menuju pemerintahan daerah.

Warisan dan Jejak Tanjungpura Masa Kini

Meskipun kekuasaan politik kerajaan telah berakhir, berbagai jejak Tanjungpura masih dapat ditemukan melalui situs sejarah, bangunan, silsilah, tradisi, dan ingatan kolektif masyarakat.

  • Situs Sejarah Berbagai situs di wilayah Ketapang menjadi saksi perjalanan panjang kerajaan masa lalu.
  • Keraton dan Bangunan Bersejarah Menjadi warisan fisik yang memperlihatkan perjalanan sejarah pemerintahan kerajaan.
  • Silsilah Kerajaan Menjadi bagian penting dalam memahami hubungan antarkerajaan dan perkembangan masyarakat.
  • Memori Sejarah Nama Tanjungpura tetap hidup dalam kajian, pendidikan, institusi, dan ingatan masyarakat.

Menuju Sejarah Berdirinya Kota Ketapang

Dari perjalanan kerajaan masa lalu menuju kota modern yang mewarisi jejak sejarah Tanah Kayong.

Asal-Usul dan Sejarah Berdirinya Kota Ketapang

Sejarah Kota Ketapang memiliki hubungan erat dengan perjalanan panjang Kerajaan Tanjungpura dan Matan. Kawasan ini berkembang dari pusat kekuasaan kerajaan hingga menjadi pusat pemerintahan daerah.

Berbagai sumber sejarah menunjukkan bahwa wilayah Tanjungpura telah dikenal sejak masa lalu dalam jaringan hubungan antarkerajaan dan perdagangan Nusantara.

Perjalanan tersebut memperlihatkan perubahan panjang dari masyarakat kerajaan, masa kolonial, hingga terbentuknya pemerintahan modern Kabupaten Ketapang.

Hari Jadi Kota Ketapang

Penetapan Hari Jadi Kota Ketapang melalui proses kajian sejarah yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, pemerhati sejarah, dan unsur terkait lainnya.

Berbagai bukti dan data sejarah menjadi bagian dari proses penelusuran sejarah awal perkembangan wilayah Ketapang.

HARI JADI KOTA KETAPANG 11 MARET 1418 Menjadi tanggal penting dalam peringatan sejarah Kota Ketapang.

Dari Matan Menjadi Ketapang

Sebelum dikenal dengan nama Ketapang, wilayah ini memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Matan sebagai salah satu pusat pemerintahan dalam perjalanan Kerajaan Tanjungpura.

Asal-usul penggunaan nama Ketapang memiliki beberapa versi dalam penuturan sejarah dan tradisi masyarakat setempat.

Salah satu versi menghubungkan nama Ketapang dengan pohon ketapang yang tumbuh di kawasan pesisir dan menjadi bagian dari lingkungan masyarakat.

Menuju Kabupaten Ketapang Modern

Dalam perkembangan pemerintahan modern, Ketapang mengalami perubahan struktur administrasi dari wilayah kerajaan dan pemerintahan kolonial menuju sistem pemerintahan daerah.

Setelah Indonesia merdeka, pembentukan pemerintahan daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan baru masyarakat Ketapang.

Ketapang adalah Pewaris Jejak Tanjungpura

Perjalanan dari Kerajaan Tanjungpura, Kerajaan Matan, masa kolonial, hingga pemerintahan modern menunjukkan bahwa Ketapang memiliki sejarah yang panjang. Memahami sejarah lokal berarti memahami akar identitas daerah serta hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.